-
TEMANGGUNG, little town in the middle of Java,,,,tanah tumpah darah tempat aku dilahirkan tepatnya RSU Temanggung, Jl, Kartini, Pasar Kliwon, Plaza, Kerkop, etc.
-
JOGJAHH….teteup….ngg tau aku cinta mati sama kota ini, banyak kenangan kali ya, kuliah, masa2 sengsara sm temen2 dulu, naik Honda si pitung punya mbak Desti-mbak kos jurusan Biologi, yang pernah mogok disekip di depan mahasiswa2 teknik…(upz, glex, …tengsin deengg hi hi.), makan gorengan di Jakal KM 4,5 uenak pol, ngampus melewati gdung pusat sambil menikmati bangunan lamanya berbalut cat putih tulang yang simpatik, melihat2 para mahasiswa yang sedang membentuk2 lingkaran di lobi gedung pusat, menikmati makanan DPR alias ‘DIBAWAH POHON RINDANG’, Kopma, GELANGGANG, dibelain duduk desek2an buat nonton kompetisi basket,, berharap ketemu jodoh sama anak MM UGM sebelah kos,,,, he3x, ‘BON-BIN’-kenangan ngga sengaja minum air teh bekas pengunjung mahasiswa lain…(he he goxil..), Riza, desi, mbak desti, Yunda, Mbak Etak…Kos2an MALIOBORO MALL, Soto langganan di jalan Malioboro langgananku deket Ramai, wah yang ini favoriteku sampai sekarang BERINGHARJO, tempat yang eksotis dengan batik2nya yang menawan, murah pula, logat2 jawa para penjual batik, TERMINAL NJOMBOR, ring road,monument Jogja kembali, MALL GALERI di Jl. Solo, Fav-Store is PLANET SURF yang cuman bisa window shopping, maklum kantong mahasiswa ukuran Jogjah gitchu…hi hi…tapi sempet beli 1 kaos SPIDERBILTt warna item yang akhirnya dipinjem temenku nggak balik…, piket di kos (piket air 2 kali seminggu, piket bersihin kos), klo lagi bulan puasa, solat tarawih lewat tempat registrasi UGM, pogung, KALIURANG-makan tempe bacem, ketan anget pake cabe rawit di pegunungan Kaliurang…mmmmhhh lezaaattt, etc. begitu banyak kenangan, STASIUN TUGU….hik2 kangen deh pengen ke Jogjaaa…. (abis dr sana jg sih
-
BALIII……, terinspirasi waktu outing bareng anak2 kantor, Bandara NGURAH RAI (inget pelajaran IPS waktu SD), HARD ROCK, makan siang yang mengepul hangat dengan pemandangan DANAU BATUR di KINTAMANI yang sejuk , segarnya air pancuran di TAMPAK SIRING, Fav. Place SUKOWATI…blanja3x…teteppp, makan malam di JIMBARAN, diterangi cahaya lilin, tiupan angin laut yang segar, sambil menikmati ombak–(Uchhh makan malam yang romantis dan eksotis), menu Fav- Plencing -….TANJUNG BENOA-watersports, main BANANA, PARASAILING…wuzz dari ketingian 50 – 100 m diatas air laut menikmati pemandangan pantai Tanjung benoa dan, air laut yang keliatan biru kehijauan dari atas, menikmati angin, wowww menakjubbkann, dan aku nggak takut…wah hebat euyyy..ketagihan dehh…
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Most Memorable Place of me..
Bukan Impianku kerja di Jakarta alias J-City…(Suka Duka Gawe di Jkt)
Suka:
-
Dapet range gaji yang paling nggak lebih tinggi daripada di luar Jakarta (kecuali di luar negeri ya…yee nggak nanya deh)
-
Rata2 kerja di Jakarta rata bisa ngenet di kantor gratis, paling nggak sembari kerja bisa memperluas wawasan, networking, tambah teman, rekanan bisnis, de el el.
-
Abis kerja/ liburan mau hiburan apa aja tersedia mau ke mall, futsal, menikmati teater di TIM, pameran di JHCC, permainan yang seru + menegangkan di Dufan, ngafe, or bahkan Dugem, , mengunjungi mall2 baru dengan dan fasilitas2 baru pula yang semakin luengkap,kap, kap..
-
Informasi yang up to date di Jakarta
-
Rata2 para Pekerja di Jakarta lebih melek technologi, exp, Notebook dan HP udah bergeser jadi kebutuhan primer, dimana2 org menggunakan kedua gadget itu untuk beraktifitas sehari2.
-
Etc. etc
Duka:
-
Teteup dengan kemacetan pada saat berangkat maupun pulang kerja, udah capek di Jalan, sampe kantor, deadline yang mesti dikejar, belum kalo kena semprot atasan, telat pula, (kecuali bagi mereka yang rumahnya sblahan ama kantor ato punya apartemen yang jadi satu sama gedung tempat kantornya berada..he he)
-
Untuk yang jarak rumah dengan kerja jauh, macetnya naudzubilah pula, contohnya: bekasi, cibubur, tangerang, kalo mau nggak telat mesti berangkat pagi2 paling nggak 2 jam sebelum jam masuk kantor mesti harus cabut dari ‘our home sweet home’, duh malesnya..
-
Klo pulang kantor udah malem serasa mimpi pulang ke rumah, nyadar2 udah mesti siap2 ke kantor lagi…(jadi inget Temen waktu kerja di Hayam wuruk dulu….jadi saking jauhnya rumahnya daerah Tangerang, kantor Hayam Wuruk (juauh dan muacet), jadi si X ini diledekin baru smpe rumah trus pamitan lagi ke nyokapnya pergi kantor……he he)
-
Harus bisa nyiapin sarapan yang serba cepat, klo nggak sarapan bisa kukuruyuk di jalan, soalnya pasti perjalanan bakal lama, kdg2 ngga sempet karena kesiangan, di jalan so pasti kelaparan deh…
-
Kalo nggak mau kemaleman karena terjebak macet mesti pulang tengo, tapi kan nggak mungkin terus2an tengo bisa dicap karyawan nggak loyal,dan klo ada kewajiban lembur or kerjaan yg mesti selesai esok hari.
-
Sampai rumah, pasti dah kelaperan padahal nggak sempet nyiapin makan malem, mesti beli lauk or klo mau praktis ya makan malem diluar, tp jgn sering2, .nanti bokek . huh u seraba salah (kecuali yang lagi diet ya nggak makan malem..he he)
-
Pergaulan di lingkungan kerja yang semakin terpisah oleh dinding2 materi, kekuasaan, status sosial, dan simbol2 kapitalis, lainnya (tidak semua tapi…), or dg kata lain kekeluargaaan tidak seerat lingk. kerja di daerah2.
-
Harus siap menghadapi rekan kerja yang terkadang terasa cuek, terang2an dan individualis (terpengaruh lingkungan Jakarta yg keras dan complex…getuu…)
-
Etc. etc.
Mesti jadi manusia super sabar nih kayaknya untuk bisa survive di Jakarta ini, Jakartaku sayang…. Jakartaku, ku bosan dengan macet dan semrawutmu…PR besar buat Jakarta nih yang nggak ada ujung2nya, menciptakan solusi untuk transportasi yang lancar, aman dan efektif, prioritas nih…mungkinkah terwujud….harus harus harus.
Mobil tua omprengan…
, Berangkat kerja kdg2 suka naik ompreng mobil daripada naik bis yang selalu penuh, ngeluarin uang lebih dikit yang penting nyampe tujuan tanpa mesti berdiri. Nah, di pool ompreng langgananku, ada 1 mobil ompreng tua sejenis colt yang aku nggak apal taunnya yang pasti sih dari bodinya buatan jadul, tetapi sebenernya kondisinya masih lumayan sih, ada sih mobil2 Carry lama tapi mobil itu adalah mobil yang paling tua disitu dan tergolong old school banget, beberapa kali aku ngepas naik mobil itu. Dudukanya juga udah ditata sedemikian rupa seperti di angkutan muat kurang lebih 13 orang lah. Setiap kali dalam perjalanan dan beriringan dengan mobil2 baru sekarang, spt New Honda City, APV, Toyota Corolla, de el el, rasanya jadi menggelikan sekali. Belum juga tatapan penumpang mobil lain yang mungkin mereka ada yang aneh, geli, etc. karena ada mobil setua itu yang masih jalan, isinya banyak pula, di jakarta lagi, yach jadi kaya opletnya mandra si Doel itu (tapi nggak kayak gitu banget sih), hi hi….
Tapi aku rada kasihan sama pemilik alias sopirnya karena setiap kali mobil itu dapet giliran ambil penumpang, beberapa calon penumpang ada yang tidak mau naik dengan berbagai alasan mungkin ada yang malu, takut mogok, atau mungkin dengan harga yang sama mereka bisa naik mobil ompreng yang lain yang lebih enak dudukannya ber-AC pula, dan motif2 lainnya. Tetapi masih ada juga yang mau naik, tapi tidak sekaligus karena ada yang tidak mau…jadi lama penuhnya, karena calon penumpang2 itu malah menunggu mobil yang lain…rela telat asal tidak naik mobil itu.
Tpi dengan alasan kemanusiaan setiap aku dapet giliran mobil itu aku pasti naik. Beberapa kali naik mobil itu tidak masalah…ya aku naik aja, nggak peduli lah, santai ajah…Alasan lain jg mungkin supir itu adalah bapak yang menghidupi keluarganya, istrinya, anaknya yang mungkin sakit dirumah, kta kan nggak tau, mungkin jg tidak ada pilihan lain kecuali mengoperasikan mobilnya yg tua itu itu untuk mencari nafkah..(mau beli mobil baru nggak mampu)..Yach aku cm berusaha untuk adil aja sama orang lain, siapa tau dapet pahala dan berkah dari uang yang kita bayarkan ke supir untuk nafkah keluarganya, itu sih yang kuharapkan…. (bukannya kita diajari Rasul untuk mencintai kaum yang lemah…).
Canda pedagang asongan…
Suatu sore, ketika saya sedang menunggu bis pulang kantor bersama rekan saya, terlihat dua orang penjual asongan yang umurnya kurang lebih 50 an dan yang satunya lagi 40 an..sedang bercanda layaknya anak kecil, saling berkejaran sambil tertawa2. Melihat hal tersebut rekan saya berkomentar kenapa orang setua itu masih aja tingkahnya spt anak kecil atau tidak berlaku layaknya orang dewasa yang biasanya tidak akan bercanda seperti itu. Lalu saya menimpali rekan saya itu, kita mesti lihat dari sisi lain, saya melihatnya sebagai seseorang yang sedang mencoba untuk berbahagia meringankan beban jiwanya ditengah kerasnya hidup mereka sebagai asongan dengan canda tawa ditengah kerasnya hidup, kadang ‘canda tawa’ membuat hidup kita yang berat, susah, penuh masalah bisa menjadi lebih ringan dan semangat. Malah kita mestinya malu pada mereka, orang dengan perjuangan seberat itu masih bisa tersenyum, dibanding kita yang notabene kita adalah karyawan kondisinya jauh lebih baik dari mereka, kadang2 masih suka marah2, tidak bersyukur, etc. Yach dengan kejadian2 kecil yang sering kita temui secara tidak sengaja seperti itu kadangkala membawa hikmah dan renungan yang sangat berarti bagi kita, maka cobalah untuk melihat sisi positif dari segala hal…mdah2n saya juga bisa selalu seperti itu.
Ponari, Potret Kemiskinan, Kebodohan…
Fenomena Ponari meninggalkan sejumlah pendapat pro dan kontra. Yang jelas bagi saya itu adalah sesuatu yang miris sekali, dilihat dari berbagai segi terutama segi kondisi perekonomian dan pendidikan, secara untuk berobat di Ponari yang tidak masuk akal, karena sedemikian murahnya menjadi pilihan untuk sembuh bagi yang sebagian besar mereka yang kemungkinan besar adalah rendah dari segi perekonomian, itu adalah pilihan yang sangat ‘Menarik’ tanpa pertimbangan yang pasti mereka percaya dengan kesembuhan tersebut. Hal ini melukiskan betapa masih banyak saudara2 kita yang masih miskin. Terkait dengan hal ini kebodohan pulalah yang mendukung upaya tersebut, bertindak tanpa banyak berpikir. Suatu potret bagi kita semua bahwa masih banyak saudara2 kita yang masih dalam kondisi yang tidak layak di tengah2 dunia yang sudah super canggih ini….ya kita tidak bisa menyalahkan mereka, kalau begini salah siapa?…menjadi suatu keprihatinan..ketertinggalan…menyisakan sejumlah pertanyaan..
Have a nice blogging…
Hi all bloggers….nice to meet u all and have a nice blogging…:)
Jabatan = amanah…
Jaman sekarang, orang berlomba2 untuk bisa duduk di lembaga legislatif, apa ya kira2 motivasi dominan para caleg itu, sehingga sedemikian gencarnya mereka berpromosi. Yach, mungkin cuman segelintir yang benar2 pantas untuk duduk di kursi itu. Mereka yang benar2 tau hakekat seorang wakil rakyat, terutama orang2 kecil yang lemah. Tau bahwa duduk di kursi itu berarti mendapatkan suatu amanah yang besar dan akan diminta pertanggungjawabannya di dunia dan yang paling mengerikan adalah pertanggungjawaban di ‘Akherat’. Intinya menjadi punggawa negara itu tidak mudah karena tanggungjawabnya yang luas dan sedemikian besar, jadi pesen aja nih buat para calon2 legislatif supaya banyak2 memahami ‘Nilai’ dari sebuah kedudukan itu sebelum berbicara, berpikir dan bertindak. InsyaAlloh bila legislatif diisi oleh orang2 yang Amanah seperti itu niscaya Indonesia menjadi negara yang diberkahi Tuhan dan kebaikan akan senantiasa mengikuti. Ammin.
</a